Israel Tangkap dan Siksa Aktivis Kemanusiaan Termasuk WNI

Kriminal 22 May 2026 09:44 2 min read 179 views By spam

Share berita ini

Israel Tangkap dan Siksa Aktivis Kemanusiaan Termasuk WNI
Tim hukum HAM Israel, mendokumentasikan bahwa para aktivis dipukuli, disetrum berulang kali, dan tiga di antaranya harus dirawat di rumah sakit.

Internasional // Militer Israel mencegat dan menahan 428 aktivis kemanusiaan (termasuk WNI dan jurnalis) dari 44 negara yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza. 

 

Aktivis yang ditahan dari Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza mengalami sengatan listrik serta kekerasan fisik dan psikologis selama berada dalam tahanan Israel, menurut kesaksian yang didokumentasikan oleh kelompok hak asasi Israel, Rabu (20/5/2026)

 

Sebelumnya, ratusan relawan sipil berlayar membawa bantuan medis dan logistik untuk menembus blokade Gaza. 

 

Namun, kapal mereka dicegat dan dibajak oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus.

 

Tim hukum HAM Israel, mendokumentasikan bahwa para aktivis dipukuli, disetrum berulang kali, dan tiga di antaranya harus dirawat di rumah sakit. 

 

Beberapa aktivis perempuan juga dipaksa melepas jilbab secara paksa.

 

Video perlakuan tidak manusiawi ini sempat diunggah di media sosial oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang mengejek para aktivis yang sedang diborgol dan dipaksa berlutut.

 

Tindakan ini menuai kecaman keras global karena melanggar hukum internasional.

 

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengutuk tindakan tersebut. 

 

Berdasarkan keterangan resmi, 9 relawan dan jurnalis asal Indonesia akhirnya dibebaskan dari tahanan dan diproses pemulangannya menuju Istanbul, Turki.

 

Aktivutis HAM setempat menyatakan sedikitnya tiga aktivis dirawat di rumah sakit dengan luka serius, sementara puluhan lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas akibat kekerasan selama penahanan.

 

Para aktivis dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod setelah Israel mencegat Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

.

Armada tersebut berangkat Kamis lalu dari distrik Marmaris di Turki dalam upaya baru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

 

Ini bukan pertama kalinya insiden seperti itu terjadi terhadap armada tersebut.

 

Pada akhir April, militer Israel menyerang kapal-kapal armada di perairan internasional dekat pulau Kreta, Yunani. 

 

Konvoi saat itu terdiri dari 345 peserta dari 39 negara.

 

Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang membuat 2,4 juta penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.

 

Militer Israel melancarkan serangan brutal di Gaza pada Oktober 2023 yang menyebabkan lebih dari 72.000 orang tewas, lebih dari 172.000 lainnya terluka, serta menimbulkan kerusakan besar di seluruh wilayah yang terkepung tersebut.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp